Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin bersama Menteri Kesehatan Denmark, Magnus Heunicke, menandatangani MoU bidang Kesehatan secara virtual, Jumat (25/6). Penandatanganan MOU juga dihadiri oleh Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Lars Bo Larsen, dan Duta Besar RI untuk Denmark, Dewi Savitri Wahab.
Dalam MoU yang ditandatangani kedua Menteri tersebut, tertuang 5 area kerja sama, yaitu Pelayanan Kesehatan terutama Pelayanan Kesehatan Dasar, Pengobatan Jarak Jauh dan Kesehatan Digital, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dengan fokus pada Penyakit Tidak Menular, Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Pengembangan Sumber Daya Manusia di Bidang Kesehatan, dan Penelitan dan Pengembangan di Bidang Kesehatan.
Adapun bentuk kerja sama yang akan dilaksanakan antara lain berbagi informasi, pengetahuan dan teknologi; peningkatan kemitraan dan kerja sama dengan organisasi non-pemerintah, lembaga akademik dan organisasi masyarakat; penyelenggaraan pelatihan, seminar, dan lokakarya; dan penyelenggaraan proyek bersama.
Dalam sambutannya, Menkes Budi menyambut baik adanya MoU Bidang Kesehatan RI-Denmark dan berharap MoU tersebut dapat bermanfaat oleh kedua negara dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan. Sejalan dengan Menteri Kesehatan RI, Menteri Kesehatan Denmark juga menyambut baik adanya MoU dan siap mendukung Indonesia dalam upaya memperkuat bidang kesehatan.
Selain penandatanganan MoU Bidang Kesehatan, juga ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kemenkes RI dengan PT. Novo Nordisk Indonesia mengenai Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, khususnya Diabetes Melitus. PKS adalah salah satu hasil konkret dari MoU ini.
PKS ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi, MPH dan Vice President & General Manager PT Novo Nordisk Indonesia, Anand Shetty. Tujuan PKS tersebut antara lain meningkatan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, seperti Diabetes Melitus; meningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, seperti Diebetes Melitus; meningkatkan akses pelayanan kesehatan kepada penderita penyakit tidak menular, seperti Diabetes Melitus; serta melakukan studi evaluasi ekonomi kesehatan terkait penyakit Diabetes Melitus.(rls)
Bisnis6 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Nasional6 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Nasional6 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional6 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Nasional5 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Jabodetabek5 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall
Banten6 hari agoMusrenbang RKPD 2027, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siap Dukung Penuh Arah Pembangunan Provinsi Banten
Techno2 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System













