Nasional
Kapal MT Namse Bangdzhod Hilang Kontak, Masih dalam Pencarian

Kabartangsel.com, JAKARTA – Tim SAR gabungan terus mencari keberadaan Kapal MT Namse Bangdzhod. Hingga kini kapal itu tercatat sudah 12 hari hilang kontak.
Kasubbag Humas Basarnas M. Yusuf Latif menyebut, upaya pencarian yang melibatkan Basarnas, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), TNI AL masih terus berlangsung. Belum ada perkembangan signifikan.
“Masih. Itu masih di file active (agenda yang masih dijalankan) itu. Masih dalam penanganan Basarnas,” ujarnya kepada JawaPos.com (Grup Fajar) saat dihubungi, Selasa (8/1).
Berdasar pantauan dari marinetraffic.com terakhir, kapal yang mengakut muatan sawit mentah alias crude palm oil (CPO) dari Pelabuhan Bagendang, Sampit, Kalimantan Tengah itu terpantau di koordinat S05 derajat 45’27.80 E106 derajat 51’47.07. Atau, sekitar kawasan Teluk Jakarta.
Jika melihat dari keberangkatannya dari Sampit pada 27 Desember 2018, sejatinya kapal itu tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 31 Desember 2018.
Menurut M. Yusuf Latif, kasus hilang kontaknya Kapal MT Namse Bangdzhodadalah misteri. Alasanya, pertama pada Senin (7/1) masih terlihat dalam koordinat.
Kedua, kalau kapal tersebut tenggalam maka ceceran minyaknya akan mencemari perairan. Hal itu pasti terpantau dan seharusnya memudahkan proses pencarian maupun identifikasi.
Atas analisis tersebut, Yusuf belum bisa memastikan status kapal yang dioperasikan PT Surabaya Shipping Lines itu. Apakah hilang karena dibajak atau tenggelam. Yang pasti, hingga kini tim gabungan masih terus melakukan pencarian. “Sampai saat ini kami masih belum bisa memastikan. Pencarian masih dilakukan,” tuturnya.
Untuk memudahkan pencarian, pihaknya juga mengumumkan kasus hilang kontak ini ke kapal-kapal yang melintas di jalu perairan yang dilintasi MT Namse Bangdzhod.
Di tempat lain, Humas Ditjen Perhubungan Laut Wisnu Wardana menuturkan, saat ini belum ada informasi terbaru dari upaya pencarian tersebut. “Masih terus dicari. Belum ketemu,” kata dia.
Sebagaimana diketahui, MT Namse Bangdzhod dinakhodai Muhammad Asdar Wijaya. Dan, memiliki 11 anak buah kapal (ABK). MT Namse Bangdzhod hilang kontak sehari pasca keberangkatan.
Berdasar data dari MarineTraffic, MT Namse Bangdzod dibuat pada 1993. Dimensi kapal ini 75,15 meter x 12 meter. Kapal tersebut juga berbendera Indonesia dan memiliki muatan 1128 Gross Tonnage (GT).
(JPC)
Bisnis3 minggu agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan3 minggu agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Tangerang4 minggu agoPN Tangerang Kabulkan Gugatan Developer atas Sengketa Lahan di Kadu Jaya Curug
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan3 minggu agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Sport4 minggu agoKalender Kompetisi Liga Indonesia 2026/2027
Nasional4 minggu agoMenteri Maman Abdurrahman dan Menkomdigi Meutya Hafid Kolaborasi Perkuat Pelindungan UMKM di Marketplace
Nasional4 minggu agoPerluas Akses Pendanaan Pengusaha Menengah, Wamen UMKM Helvi Moraza Luncurkan ACCES 2026





























