Ketika Detak Jantung Timbul Tenggelam Tidak Menentu • Hello Sehat

By on Jumat, 9 November 2018

Jantung Anda biasanya berdetak dalam irama teratur dan menilai yang tepat untuk pekerjaan yang dilakukan tubuh Anda setiap saat. Detak jantung normal untuk orang dewasa berkisar 60 hingga 100 denyut per menit dalam keadaan istirahat. Namun, denyut jantung bisa saja tiba-tiba hilang atau malah bertambah tiba-tiba. Kelainan detak jantung ini dikenal dengan istilah detak jantung ektopik.

Apa itu detak jantung ektopik?

Detak jantung ektopik adalah kondisi kelainan irama jantung yang ditandai dengan hilangnya satu denyutan atau malah bertambah satu denyutan ekstra. Detak jantung ektopik juga dikenal dengan nama denyut jantung prematur.

Denyut jantung ektopik terjadi tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas. Perubahan denyut itu juga bisa disadari oleh si empunya tubuh atau tidak. Misalnya, satu ketukan denyut kelewatan saat Anda stres atau merasa cemas.

Hal ini cukup umum dan biasanya tidak memiliki dampak kesehatan yang serius.

Berdasarkan asalnya terdapat dua jenis denyut jantung ektopik, yaitu:

  • Kontraksi atrial prematur – denyut jantung ektopik yang terjadi pada biliki atas (atrium) jantung.
  • Kontraksi ventrikel prematur – denyut jantung ektopik yang terjadi pada bilik bawah (ventrikel) jantung.

Siapa saja dapat mengalami kondisi ini di segala usia. Pada usia anak-anak biasanya denyut jantung ektopik berasal dari bilik atas jantung dan tidak berbahaya. Sedangkan pada usia dewasa, kondisi ini terjadi pada bagian bilik bawah.

Munculnya denyut jantung ektopik umumnya menjadi lebih sering seiring dengan pertambahan usia.

Apa yang menyebabkannya?

Beberapa hal dapat menyebabkan munculnya denyut jantung ektopik, diantaranya:

  • Konsumsi kafein
  • Merokok
  • Mengonsumsi napza seperti kokain, heroin, ganja dan amfetamin
  • Konsumsi makanan pedas dan asin
  • Sedang stres
  • Sedang merasa cemas ataupun gugup
  • Menagalami serangan panik
  • Perubahan hormonal
  • Efek samping konsumsi alkohol
  • Sedang beraktivitas fisik
  • Mengalami kekurangan kadar potassium
  • Efek samping konsumsi obat alergi atau pilek, seperti antihistamin.
  • Efek samping konsumsi obat rutin untuk asma, seperti inhaler; obat minum salbutamol, ipratropium bromide.
  • Efek samping konsumsi obat hipertensi hydralazine dan minoxidil
  • Masalah kesehatan lainnya.

Denyut jantung ektopik juga lebih banyak ditemukan individu yang:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan denyut jantung ektopik
  • Memiliki riwayat serangan jantung
  • Menderita penyakit jantung
  • Mengalami infeksi pada otot jantung
  • Mengalami hipertensi

Detak jantung ektopik juga merupakan hal yang umum dialami oleh perempuan yang sedang hamil, karena tubuh dan sistem kardiovaskuler mereka mengalami perubahan suplai dan kebutuhan. Baik pada ibu hamil maupun bayi dalam kandungan dapat mengalami kondisi ini, namun secara umum tidak berbahaya bagi kesehatan kehamilan

Kondisi kesehatan lain yang berkaitan dengan denyut jantung ektopik

Di samping merasakan hilang dan pertambahan denyut jantung, kondisi ini juga dapat disertai dengan gejala gangguan kesehatan jantung, seperti:

  • Jantung berdebar.
  • Denyut jantung terasa lebih kencang.
  • Jantung terasa berhenti.
  • Merasa lemas.
  • Kepala terasa pening.

Denyut jantung ektopik pada umumnya tidak menyebabkan munculnya komplikasi pada kesehatan jantung. Namun kondisi ini dapat merupakan tanda awal dan dapat berkembang gangguan jantung seperti:

  • Takikardia ventricular – yang ditandai dengan denyut jantung menjadi lebih cepat dan tidak beraturan
  • Aritmia – gangguan irama jantung yang tidak beraturan; dapat menjadi terlalu cepat atau terlalu lambat.

Bagaimana denyut jantung ektopik dapat dikenali?

Kondisi ini kemungkinan dapat terjadi tanpa disadari karena tidak memiliki tanda yang spesifika dan efek yang khas. Namun jika sering merasakan gangguan seperti hilangnya denyut jantung maka sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter.

Diagnosis denyut jantung ektopik juga bertujuan menemukan gangguan irama jantung lainnya. Hal tersebut dilakukan dengan menggunakan beberapa metode diagnosis seperti monitor denyut jantung selama 24 jam, pemeriksaan irama dan sinyal listrik jantung dengan electrocardiogram serta pemeriksaan fungsi lainnya dengan echocardiogram, MRI atau CT-scan.

Seperti apa penanganannya?

Biasanya dokter tidak melakukan tindakan spesifik untuk mengatasi denyut jantung ektopik.

Meskipun terjadi pertambahan atau pengurangan denyutan, namun umumnya jantung tetap bekerja semestinya. Gejala denyut jantung ektopik juga dapat menghilang dan membaik dengan sendirinya.

Jika gejala tidak hilang dengan sendirinya dokter akan memeriksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dibalik munculnya denyut jantung ektopik.

Di sisi lain, munculnya detak jantung ektopik dapat dicegah dengan menghindari pencetus denyut jantung abnormal yang umum seperti stres, konsumsi alkohol dan merokok, ataupun pemicu lainnya seperti konsumsi kafein berlebihan.

Kabartangsel.com

Source