Pamulang
Kisruh RSUD Tangsel Dimuat di Situs Berita “Bernama” Malaysia

Kisruh yang terjadi di RSUD Tangsel yang telah memecat 5 dokter berstatus Tenaga Sukarela, dan sanksi berupa surat peringatan 1 dan 2 kepada 18 dokter berstatus Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di RSUD tersebut ternyata di beritakan di salah satu situs media asal Malaysia ‘BERNAMA” , Rabu, (25/9/13).
Pemecatan ini dikarenakan aksi protes para dokter yang menentang kebijakan Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD Tangsel. Penolakan ini dilakukan karena berbagai masalah seperti, diangkatnya bukan tenaga medis sebagai direktur, rencana penghapusan poli khusus, dan penolakan tenaga dokter asing asal Malaysia yang menurut para dokter tidak memenuhi prosedur.
Berikut berita tentang pemecatan 5 dokter di RSUD Tangsel yang menolak kehadiran dokter asal Malaysia di situs “BERNAMA”
Five Doctors Dismissed For Demonstrating Presence Of Malaysian Doctors
Sept 25 (Bernama) — Five contract doctors of Tangerang Selatan Hospital (RSU Tansel) here who were involved in demonstrations to protest the presence of two Malaysian doctors at the hospital last week and on Monday, have been sacked by the by Tangerang Selatan Health Department.
Meanwhile, 18 staff doctors at the hospital were given warning letters over the episode.
In the demonstrations, they not only protested the presence of Malaysian doctors but also demanded the authorities to replace the Tangerang Selatan Hospital director whom they claimed did not have a medical background, Indonesia’s Kompas daily reported on Wednesday.
The Tangerang Selatan Health Department was reported to have dismissed the five doctors for infringing their contract in leaving their posts to demonstrate.
But the hospital’s medical committee head Daniel Richard alleged the five doctors had completed their duty earlier before joining the demonstration.
The Tangerang Selatan Health Department said the presence of the two doctors from Malaysia was merely to transfer knowledge to doctors at RSU Tangsel.
Tangsel Health Department head, Dadang Epid clarified that the five doctors from the hospital had their contracts terminated after they were found to be infringing the terms of their contracts. — BERNAMA.
(red/KT)
Pemerintahan5 hari agoWakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan Resmikan Rumah Pastori GPIB Jurang Mangu
Bisnis7 hari agoIndah Kiat Tangerang Raih PROPER Hijau 2025
Nasional5 hari agoMomen Wapres Gibran Rakabuming Raka Dampingi Presiden Prabowo pada Rapat Kerja Pemerintah
Pemerintahan5 hari agoSekda Bambang Noertjahjo Tegaskan Pentingnya Penguatan dan Inovasi Layanan BLUD Kesehatan di Tangsel
Hukum5 hari agoPolsek Pagedangan Polres Tangsel Dampingi Pemasangan Larangan Buang Sampah di TPS Ilegal Jatake
Tips7 hari agoRekomendasi AC Low Watt Terbaik 2026 untuk Di Rumah yang Hemat Listrik dan Cepat Dingin
Banten5 hari agoPetani Muda Banten Diberangkatkan Magang ke Jepang, DPRD Banten Dukung Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian
Nasional5 hari agoPenerimaan Zakat, Infak, dan Sedekah Rumah Zakat Tembus Rp468 Miliar di Tahun 2025














