Nasional
Kunjungi Semarang, USAID Siap Bantu Kembangkan "Lapor Hendi"

Kabartangsel.com, SEMARANG – Beberapa waktu yang lalu Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr bertemu dengan Walikota Semarang Hendrar Prihadi untuk melihat Situation Room milik Pemerintah Kota Semarang.
Kini giliran Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika (United States Agency for International Development/USAID) yang berkunjung ke Kota Semarang.
Anders Mantius sebagai perwakilan delegasi menyatakan kedatangan ke Kota Semarang untuk membahas tentang sistem Lapor Hendi yang telah berjalan di Kota Semarang sejak tahun 2016 lalu.
Kedatangan USAID sendiri ke Kota Semarang secara spesifik disebutkan untuk membantu pengembangan sistem Lapor Hendi agar mampu lebih cepat dalam berkomunikasi dua arah.
Menurut USAID, sistem Lapor Hendi yang sudah ada sekarang penting untuk dikembangkan. Hal tersebut juga agar mampu menyelesaikan seluruh laporan masyarakat di Kota Semarang secara tuntas mengingat kebutuhan yang semakin besar.
Harapannya, dengan adanya pengembangan sistem yang fokus dalam peningkatan fungsi komunikasi dua arah, data pelaporan dapat lebih terpantau penyelesaiannya oleh Pemerintah Kota Semarang beserta masyarakat.
Walikota Semarang atau yang lebih akrab disapa Hendi tersebut menyambut baik perhatian yang diberikan USAID kepada Pemerintah Kota Semarang. Dikatakan, bahwa dirinya sepakat bila sistem Lapor Hendi harus dikembangkan.
Sebabnya, sampai tahun 2018 tercatat ada 11.844 laporan yang masuk dan dikelola oleh Pemerintah Kota Semarang. Laporan tersebut menunjukkan bagaimana sistem pelaporan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Walikota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut meyakini dengan sistem pelaporan yang sudah dikembangkan, ia bersama jajarannya dapat lebih mudah untuk mengelola laporan, serta mampu mewujudkan penyelesaian laporan yang lebih cepat.
“Aplikasi Lapor Hendi menjadi salah satu kanal penyerapan aspirasi masyarakat yang terbuka terhadap berbagai saran, masukan, komplain untuk menjadikan wilayah lebih baik,” katanya.
Sejak diluncurkan pada bulan Mei 2016, sistem pelaporan ini telah menjadi saluran yang dipercaya masyarakat untuk menyampaikan uneg-unegnya.
“Dan untuk kami pun terus berkomitmen untuk meresponnya sebaik mungkin,” tambahnya.
Secara lebih detail, dirinya menjelaskan bahwa dari seluruh laporan yang masuk ke Pemerintah Kota Semarang, sebanyak 95,2 persen berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 10 hari, 2,8 persen butuh penyelesaian lebih dari 10 hari, dan sisanya sebanyak 2 persen tidak terverifikasi.
Dari catatan statistik tersebut, dirinya mengharapakan dengan sistem pelaporan yang baru, maka waktu penyelesaian laporan dapat lebih ditekan menjadi 5 hari, dan laporan yang tidak terverifikasi dapat diminimalisir.
“Ya harapannya, akan ada dampak positif dalam peningkatan pelayanan masyarakat di Kota Semarang, terkhusus dalam memberikan solusi terhadap permasalah yang dialami masing-masing,” pungkasnya. (sen)
Pemerintahan6 hari agoWakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan Resmikan Rumah Pastori GPIB Jurang Mangu
Nasional6 hari agoMomen Wapres Gibran Rakabuming Raka Dampingi Presiden Prabowo pada Rapat Kerja Pemerintah
Hukum6 hari agoPolsek Pagedangan Polres Tangsel Dampingi Pemasangan Larangan Buang Sampah di TPS Ilegal Jatake
Pemerintahan6 hari agoSekda Bambang Noertjahjo Tegaskan Pentingnya Penguatan dan Inovasi Layanan BLUD Kesehatan di Tangsel
Banten6 hari agoPetani Muda Banten Diberangkatkan Magang ke Jepang, DPRD Banten Dukung Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian
Nasional6 hari agoPenerimaan Zakat, Infak, dan Sedekah Rumah Zakat Tembus Rp468 Miliar di Tahun 2025
Nasional6 hari agoKemhan Siap Dukung SDM Program Prioritas Presiden
Bisnis6 hari ago96 Persen Masyarakat Jarang ke Dokter Gigi, Pepsodent Luncurkan Program Dentfluencer
























