Kementerian Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK) mengapresiasi sistem data penerima bantuan yang dilakukan pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Saat ini masyarakat Tangsel menerima penyaluran bantuan dari Presiden dan Pemerintah Provinsi.
Menteri Kordinator (Menko) PMK Muhadjir Effendy, Kamis (14/5/2020, menjelaskan bahwa Tangsel merupakan salah satu kota yang kooperatif dalam data dan penerima bantuan. Dimana, bantuan yang diberikan dikelompokkan berdasarkan penerima manfaat.
“Tangsel sudah bagus,” kata dia yang dilanjutkan bahwa keterangan bantuan serta kategori bantuan dikelompokkan terlebih dahulu, kemudian disalurkan kepada masyarakat yang sudah terdaftar namanya di Dinas Sosial.
Menurutnya hal ini patut diapresiasi karena bantuan yang diterima Pemkot bukan hanya berasal dari pemerintah pusat saja, melainkan juga dari provinsi. Sehingga jelas, asal muasal bantuan yang pemkot dapatkan.
Selain itu, penyaluran yang dilakukan oleh pemerintah juga dinilai Muhadjir sudah baik. Dimana sesuai dengan protokol, pemberian bantuan diberikan pertahapan. Hal tersebut digunakan untuk mencegah terjadinya aktivitas yang melibatkan banyak orang.
Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menjelaskan bahwa pada intinya seluruh jumlah pengajuan terkait dengan warga yang mendapatkan bantuan sudah disetujui oleh kementerian, dan sekarang sedang dalam tahap distribusi.
Kemudian, Airin juga menjelaskan bahwa data yang dikirimkan merupakan data terbaru yang sudah dilakukan pendataan oleh pihak Dinas Sosial pada Desember 2019.
“Dan setelah itu tetap kami berlakukan pendataan ulang dengan melibatkan RT dan RW. Untuk memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan dapat menerima bantuan ini,” kata dia.
Selanjutnya Airin menjelaskan bahwa Pemerintah pusat memberikan kuota bantuan sebanyak 70.000. Untuk memenuhi kuota ini akan dilakukan penelusuran yang dilakukan oleh RT dan RW untuk selanjutnya dicatatkan ke Kecamatan dan Dinas Sosial,” kata dia.
Tapi yang perlu diingat adalah, penerima bantuan ini berdasarkan satu nik satu kartu keluarga (KK) .
“Jadi kalau ditemukan dua Nik dalam satu KK. Maka harus dievaluasi. Seperti itu,” kata dia.
Evaluasi akan terus dilakukan bersamaan dengan distribusi bantuan ini. Supaya kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Menteri Kordinator PMK dan Walikota Tangsel menyalurkan bantuan sosial (Bansos) berupa sembako dari Presiden di RT 4/1 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur.
Tidak hanya memberikan sembako, Menteri pun memberikan bantuan uang kepada warga yang menerima bantuan sembako.
Miyati salah seorang penerima bantuan mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako dari Presiden ini.
“Ini bantuan pertama saya paska pandemi corona,”ungkapnya. (hms/fid)
Pemerintahan3 hari agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport3 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Bisnis3 minggu agoMengenal Lebih Jauh Perseroda PITS: PAM Kota Tangsel
Hukum3 minggu agoIPW Sebut Kortastipidkor Polri Sedang Bongkar Kejahatan Besar, Diduga Libatkan Mafia Perkara












