Cuaca ekstrim berupa hujan lebat yang melanda Ibukota Jakarta dan daerah sekitarnya sejak beberapa hari terakhir telah menimbulkan genangan banjir dan tanah longsor di berbagai tempat. Sejumlah rumah warga, bangunan dan sarana umum rusah diterjang banjir dan tanah longsor di Bogor, Jakarta dan Tangerang. Sedikitnya, empat orang meninggal atas serangkaian musibah ini dan sejumlah lainnya terluka.
Menteri Kordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani merasa priharian atas musibah beruntun ini. ‘’Saya juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalkan sejumlah korban dalam musibah ini,’’ ujar Menko Puan di sela-sela acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Sawangan, Selasa (6/2/2018).
Seperti disiarkan oleh Badan Meteorologi, klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrim ini masih berpotensi muncul dalam beberapa hari ke depan, dan akan melanda sebagian wilayah Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Menko Puan Maharani mengajak semua pihak waspada akan kemungkinan terjadi bencana susulan di daerah-daerah yang selama ini telah masuk dalam pemetaan rawan bencana. ‘’Bencana memang sulit diduga, tapi kita semua perlu terus waspada,’’ ujar Puan Maharani yang bidang tugasnya juga menyangkut kordinasi bidang penanganan kebencanaan itu.
Menko Puan Maharani telah menginstruksikan ke jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menggelar aksi siaga bencana. ‘’Lakukan aktivasi posko siaga darurat,’’ ujar Puan pula. Dari posko siaga darurat ini diharapkan aparatur Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) bisa memantau lokasi-lokasi rawan bencana untuk kemudian melakukan langkah pencegahan. ‘’Seperti menjalankan sistem peringatan diri. Kalau ada tanda-tanda terjadi bahaya, peringatkan warga, lakukan evakuasi bila diperlukan,’’ Puan menambahkan.
Lebih jauh, Puan mengharapkan agar aparat di lapangan terus berkordinasi, ‘’Ya lakukan kordinasi secara horisontal maupun vertikal,’’ kata Menko PMK itu. Kordinasi ini diperlulan agar semua potensi bisa melangkah serempak. ‘’Kalau perlu evakuasi warga, jangan segan libatkan TNI-Polri,’’ ujarnya.
Menko PMK ini juga mengharapkan agar jajaran pemerintah daerah juga mengambil kesiapan serupa. ‘’Kita juga perlu mengoptimalkan potensi sumberdaya yang tersedia di daerah,’’ ujar Paun Maharani. Sumberdaya yang tak hanya menyangkut peralatan dan personil, juga anggaran. ‘’Pemerintah daerah juga mempunua pos anggaran untuk penanganan bencana alam. Penanganan bencana akan lebih cepat bisa pemda dan pemerintah pusat bergotong royong di lapangan termasuk dalam hal pembiayaan,’’ Menko Puan Maharani menambahkan. (red/fid)
Banten2 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional2 minggu ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoProfil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari
Sport1 minggu agoFerry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?
Sport2 minggu agoJersey Home & Away Musim 2026/27 Persita Tangerang, Angkat Filosofi “Zirah Pendekar Cisadane”













