Pekerjaan Rumah Mengurai Potensi Macet di Tol Trans-Jawa

By on Senin, 27 Mei 2019

Kabartangsel.com, BOGOR– Setelah tersambung dari Jakarta hingga Probolinggo, tol trans-Jawa diperkirakan menjadi primadona pada musim mudik Lebaran tahun ini. Pemudik akan memilih lewat tol daripada jalan nasional. Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi kepadatan.

Salah satu persiapan angkutan Lebaran di tol adalah rencana penerapan sistem one way (satu arah) pada ruas Cikampek hingga Brebes Barat. Rencananya, kebijakan itu diberlakukan pada 30 Mei hingga 2 Juni. Saat arus balik, sistem one way kembali diberlakukan di ruas tol Palimanan Km 189-Cikarang Utama Km 29 pada 8-10 Juni. Namun, opsi tersebut masih tentatif. Jika di lapangan nanti ada kendala, rencana one way bisa diganti.

Pada musim tahun ini, kendaraan yang lewat tol trans-Jawa diperkirakan mencapai lebih dari 300 ribu unit. Sebanyak 55 persen di antaranya mengarah ke Cirebon atau Semarang. Sisanya ke jalur selatan seperti Bandung dan Purbaleunyi.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengungkapkan, dampak penerapan one way adalah bus menuju Jakarta harus keluar tol. Mereka keluar dari Brebes Barat sampai Cikampek. “Tidak ada hambatan di ruas ini. Hambatannya hanya di Cikampek sampai Bekasi karena ada truk,” ujarnya.

Saat meninjau gerbang tol Cikarang Utama (19/5), Menhub Budi Karya Sumadi memastikan bahwa jalur keluar masuk tol akan lancar. Bedanya, jalan yang digunakan hanya satu jalur.

Namun, tidak berarti seluruh pemudik hanya bisa keluar di pintu tol yang berada di Cirebon. Dia mencontohkan, pemudik dengan tujuan Majalengka, Palimanan, dan Indramayu bisa keluar di gerbang tol Plumbon.

Sekjen DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Aryono mengaku khawatir dengan penerapan one way di tol Cikampek hingga Brebes Barat. Meski telah disiapkan jalur khusus di luar tol, misalnya jalan negara, pihaknya cemas dengan potensi terjadinya kemacetan. Akibatnya, bus yang menuju Jakarta tidak bisa tepat waktu sampai di tujuan. Penumpukan penumpang pun bisa terjadi di ibu kota. “Sopir juga akan kelelahan karena macet,” tuturnya. Untuk itu, pihaknya meminta agar ada jalur khusus bus di tol.

Budi Setiyadi menjelaskan, selain sistem satu arah, opsi lain yang bisa dilakukan adalah contraflow. Kebijakan pengaturan jalan nanti diserahkan kepada Korlantas.

Selain itu, untuk mengatasi kemacetan, beberapa proyek di tol Jakarta-Cikampek dihentikan. Rencana lainnya adalah pembatasan kendaraan barang. Truk sumbu tiga atau lebih diminta tidak beroperasi saat puncak arus mudik. “Pengecualian untuk truk yang mengangkut bahan pokok dan BBM,” ungkap Budi. (jpg)

Source