Rektor UIN Jakarta Amany Lubis mengimbau dan mengajak warga sivitas akademika untuk tidak takut divaksin Covid-19. Karena vaksin Covid-19 seperti buatan Sinovac, China, dan PT Biofarma Indonesia sudah dinyatakan aman dan halal.
Hal itu dikatakan Rektor Amany Lubis saat memberikan sambutan pada Webinar bertajuk “Takut Vaksin Covid-19? Yuk Kenali Lebih Dekat!” yang digelar Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta, Kamis (4/3/2021).
“Saat ini pemerintah sedang melaksanakan program vaksin Covid-19. UIN Jakarta tentu harus memberi contoh paling depan untuk melakukan program vaksinasi ini,” katanya.
Rektor mengaku dirinya sudah divaksin Covid-19. Ia menyatakan vaksin tersebut aman dan tidak diragukan lagi.
Menurut Rektor Amany Lubis, program vaksinasi yang dilakukan pemerintah merupakan upaya yang diridhai oleh Allah SWT untuk mencegah penyebaran Covid -19. Vaksinasi juga untuk menyembuhkan apabila ada serangan penyakit yang masuk ke tubuh, sehingga virus tersebut bisa dilawan.
Rektor menambahkan bahwa Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2021 tentang vaksin produk Sinovac telah dinyatakan halal. Ada empat alasan kehalalan dari vaksin Sinovac, yaitu proses produksi tidak berkaitan dengan barang yang najis atau berasal dari hewan babi, tidak menggunakan bahan-bahan yang berasal dari tubuh manusia, telah terjadi proses pensucian vaksin sehingga tidak lagi najis berat tetapi menjadi mutawasith (menengah dan boleh dimanfaatkan), dan fasilitas atau sarana proses produksinya suci.
“Dengan demikian vaksin yang diproduksi kembali oleh PT Biofarma di Indonesia sudah dilakukan pencucian atau pensucian. Begitu pula Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merekomendasikan dan membolehkan vaksin ini karena dalam keadaan darurat. Jadi, sudah ada jaminan keamanan dan mutu,” jelas Rektor.
Oleh karena itu, Rektor mengajak agar masyarakat, khususnya sivitas akademika UIN Jakarta, untuk tidak ragu lagi divaksin demi menjaga kesehatan diri, keluarga, dan masyarakat.
“Mari melakukan vaksin dengan gembira. Semoga semua upaya diridhai Allah SWT,” ajaknya.
Sementara itu, dosen Program Studi Farmasi Fikes, Mita Restinia, yang menjadi narasumber menjelaskan, perkembangan vaksinasi Covid-19 di Indonesia dengan total sasaran vaksinasi sebanyak lebih dari 181 juta atau sekitar 80 persen penduduk Indonesia.
Vaksin Sinovac yang digunakan telah melewati uji klinis dan terbukti aman digunakan. Efficacy Sinovac tersebut lebih dari 50 persen menurut tandar WHO. Efek sampingnya ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya.
Webinar yang dimoderatori Adelina Vidya Ardiyati (dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Fikes) itu dihadiri Dekan Fikes Zilhadia dan Kepala LP2M Jajang Jahroni. (uinjkt)
Sport4 hari agoHasil Akhir Persija Jakarta vs Persib Bandung1-2 di BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-32
Pemerintahan6 hari agoBenyamin Davnie Lanjutkan Program Bedah Rumah, Targetkan 329 Unit Diperbaiki Sepanjang 2026
Opini6 hari agoKetika Makanan Juga Relasi
Banten4 hari agoHasil Persita Tangerang vs Persijap Jepara 0-3 di BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-32
Sport4 hari agoKlasemen Persib Bandung Usai Kalahkan Persija Jakarta Kokoh di Puncak BRI Super League 2025/2026
Techno5 hari agoAplikasi HRD Terbaik di Indonesia untuk Tingkatkan Efisiensi Pekerjaan HR hingga 80 Persen
Sport4 hari agoHasil Persija vs Persib Babak Pertama 1-2: Brace Adam Alis Bawa Maung Bandung Unggul
Banten4 hari agoPersita vs Persijap: Pendekar Cisadane Incar Rekor Poin, Carlos Pena Waspadai Laskar Kalinyamat













