Sebagai negara kepulauan yang menjadi pertemuan tiga lempeng tektonik dunia yang berada di jalur cincin api (ring of fire) yang menyebabkan di Indonesia sering terjadi gempa bumi. Kenyataan ini diperburuk dengan kurangnya kesadaran masyarakat di daerah rawan bencana gempa untuk membangun rumah/gedung yang memenuhi kriteria/prinsip bangunan rumah tahan gempa. Konstruksi bangunan rumah kebanyakan masyarakat banyak yang belum dibangun dengan material & komponen struktur serta teknik ketahanan terhadap gempa.
Berangkat dari hal tersebut, Tahun 2020, BPPT telah membangun sebuah prototipe Rumah Komposit Tahan Gempa (RKTG) yang akan digunakan sebagai sarana posko bencana serta mendukung program insfrastruktur mitigasi bencana BPBD Tangerang Selatan.
Rumah Komposit Tahan Gempa ini merupakan karya inovasi bagi Kota Tangerang Selatan, produk ini lahir dari kesadaran bahwa Indonesia berada di ring of fire dan banyak wilayah di Indonesia yang rentan terkena bencana hidrometeorologi demikian juga bencana geologi, disampaikan Kepala BPPT Hammam Riza saat serah terima Hibah Rumah Komposit Tahan Gempa (RKTG) kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan (16/06).

Selain itu juga menurut Hammam sebagai salah satu fokus bidang teknologi yang dihela dalam pengkajian dan penerapan teknologi sesuai amanah Undang-undang No 11 tahun 2019 sebagai lembaga kaji terap harus dapat menguasai teknologi, mendayagunakan teknologi dan menjamin penerapannya.
Karenanya dengan memahami terjadinya bencana yang menyebabkan kerusakan bangunan rumah, maka kesadaran tersebut yang menggerakan perekayasa BPPT untuk membuat inovasi rumah tahan gempa tersebut. Jadi ini sebuah upaya kita melaksanakan pengkajian, pengembangan dan penerapan teknologi, jelas Hammam.
Pengembangan rumah tahan gempa yang diperkuat dengan sinergi kerjasama yang dilakukan dengan berbagai pihak baik industri maupun mitra pengguna dapat membuahkan produk inovasi teknologi yang diperkuat dengan ekosistem inovasi bangunan tahan gempa sebagai karya anak bangsa yang berguna dan dinikmati oleh masyarakat sebagai solusi karya anak bangsa, pungkasnya.
Sementara Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengapresiasi serta mengucapkan rasa terima kasih atas Rumah Komposit Tahan Gempa yang diserah terimakan dari BPPT.
Lanjut Benyamin bahwa Ini merupakan anugrah bagi masyarakat Tangerang Selatan, dan sesuai dengan program bedah rumah yang ada di Tangerang Selatan karenanya akan kita sandingkan dengan rumah tahan gempa dari BPPT.
“Untuk itu kami akan berkolaborasi dan berkewajiban menghadikan rumah layak huni”, jelasnya.
Sebagai informasi, keunggulan Rumah Komposit Tahan Gempa (RKTG) inovasi BPPT yang berukuran tipe 36 ini adalah cepat bangun, bersifat knock down, modular, menggunakan panel dinding dan frame struktur ringan, simulasi time history & response spectrum zonasi gempa, dengan sistem koneksi join interlock, menggunakan seismic bearing dan desain rumah tumbuh & deret. (rls/red/fid)
Serba-Serbi51 menit agoHari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026
Pemerintahan3 hari agoBenyamin Davnie Dampingi Gubernur Banten Safari Ramadan, Silaturahmi hingga Pemberian Bantuan
Nasional2 hari agoHegemoni Amerika Serikat Memudar, GKB-NU: Prabowo Subianto Harus Pimpin Poros Global South
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Gelar Bazar Ramadan 1447 Hijriah Serentak di 7 Kecamatan pada 5 Maret 2026
Pemerintahan5 hari agoBenyamin Davnie Buka Bazar Ramadan 1447 H di Pondok Aren, 11.000 Paket Sembako Murah Diserbu Warga
Nasional2 hari agoMomen Wapres Gibran Rakabuming Raka Ziarah ke Makam Sunan Bonang
Nasional2 hari agoHUT ke-46 Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming Berharap Dekranas Tetap Jadi Rumah yang Nyaman Bagi Perajin
Pemerintahan5 hari agoSekda Tangsel Bambang Noertjhajo Buka Bazar Ramadan di Pamulang














