Deretan Perawatan Gigi Berlubang Pada Anak yang BIsa Ortu Pilih

By on Senin, 19 November 2018

Gigi berlubang pada anak biasanya terjadi karena kurang memperhatikan kebersihan gigi. Anak-anak sangat suka makan yang manis-manis, seperti permen dan es krim. Terkadang, setelah makan makanan manis tersebut, anak-anak lupa menggosok gigi. Jadi memicu pertumbuhan bakteri dan gigi anak pun berlubang. Untuk mengatasinya, ada beberapa pilihan cara perawatan untuk anak Anda.

Perawatan untuk gigi berlubang pada anak

Perawatan gigi berlubang tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan umum si kecil. Ini juga akan tergantung pada seberapa parah kondisinya.

Pada sebagian besar kasus, perawatan membutuhkan harus mengangkat bagian gigi yang berlubang dan menggantinya dengan filling atau tambalan. Tambalan adalah bahan yang diletakkan di gigi untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh kerusakan gigi. Tindakan ini juga disebut restorasi.

Ada beberapa jenis tambalan yang berbeda, termasuk:

Amalgam

Jenis tambalan gigi yang terbuat dari campuran perak, timah, tembaga, dan merkuri. Hampir 50 persen bahan yang digunakan adalah merkuri, dan biasanya tambalan ini digunakan untuk memperbaiki gigi geraham bagian belakang.

Komposit resin

Tambalan gigi ini terbuat dari campuran partikel plastik dan kaca halus silikon dioksida). Proses ini tergolong membutuhkan waktu yang sedikit lama karena dokter akan mengirim hasil cetakan kerangka gigi ke laboratorium terlebih dahulu untuk membuat isi cetakan gigi yang berlubang atau rusak.

Emas kuning

Tambalan gigi ini terbuat dari paduan emas yang dicampur logam. Tambalan gigi ini bisa menahan kekuatan mengunyah makanan yang teksturnya keras dan tebal.

Logam dan porselen

Logam dan porselen adalah bahan umum untuk memperbaiki kerusakan pada gigi. Kedua bahan ini biasa digunakan untuk memperbaiki semua bagian gigi, untuk veneer gigi, implan, bahkan kawat gigi.

Selain itu, pola makan anak juga perlu diperhatikan agar gigi berlubang tidak bertambah. Hindari makanan yang bisa menyebabkan kerusakan pada gigi. Misalnya, gula dan karbohidrat, asam fitrat, dan makanan cepat saji.

Jangan lupa untuk membiasakan si kecil sikat gigi dua kali sehari, supaya kebersihan mulutnya tetap terjaga. Tak hanya itu, meski tidak ada keluhan apapun, sebaiknya bawa anak rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

Kabartangsel.com

Source