Nasional
Etika Politik Indonesia Bergeser, Ukurannya Ada di Amplop

Kabartangsel.com, JAKARTA – Fenomena politik dewasa ini kian terpisah dari etika politik sebenarnya. Perubahan dalam memaknai pesta demokrasi kian tak sejalan dengan etika dalam politik yang ada di Indonesia.
Kondisi ini jauh berbeda dengan beberapa tahun silam, dimana etika politik itu masih dirawat dengan baik oleh para politisi dan masyarakat selaku pemilih. Namun, saat ini masyarakat memandang sebagai satu transaksi yang menguntungkan mereka.
“Saya ada di Dapil 1. Meski cuma empat kabupaten/kota, tapi saya minta ampun deh. Mohon maaf, kalo bicara orang sekarang, maka tolak ukurnya cuma satu. Saya kelompok, tokoh masyarakat, ujungnya cuma satu kata. Ada amplopnya gak. Mengerikan. Tapi ini satu fakta politik,” kata Anggota MPR-RI dari Kelompok DPD, Akhmad Moqowam dalam diskusi publik di ruang presroom parlemen, dengan tema ‘Etika Politik dalam Pemilu 2019’, Senin (11/3).
Dijelaskan Muqowan, etika seperti ini memaksakan para calon anggota legislatif harus menyiapkan anggaran yang begitu besar, karena jika tidak memberikan uang kepada mereka (pemilih-red) maka tak akan dipilih.
Padahal di Indonesia memiliki etika politik yang baik karena punya agama,pancasila, nilai-nilai luhur, dan berbudaya, tetapi semua itu terbalik dan tidak memiliki etika dalam politik.
“Namanya etika politik itu, baik caleg, partai, capres, wartawan dan masyarakat, semuanya harus beretika. Jika itu terjadi maka dunia ini damai,” ucapnya.
“Saya rasakan sudah lima kali ikut pemilu, dan baru kali ini beratnya luar biasa dan hari ini saya merasa kehilangan akal,” tambahnya.
Lebih lanjut politisi asal Jawa Tengah itu, dalam Islam sudah dijelaskan jika yang memberi dan di beri keduanya salah dan terancam masuk neraka. Namun, jika hal itu tidak dilakukan oleh salah satu Caleg, maka dipastikan Caleg tersebut akan kalah di Pemilu nanti.
“Kalau saya ga ngasih maka saya akan kalah dalam konteks senayan. Jadi orang yang berpikir prilaku pragmatis hari ini sangat luar biasa sekali,” tegasnya. (RBA/Fajar)
Bisnis4 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Tangsel3 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan3 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Pemerintahan3 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Tangerang Selatan3 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026






















