Kampus
Ini Kesan Wamenag Zainut Tauhid Saat Kuliah di UIN Jakarta

Wakil Menteri Agama RI Dr. Zainut Tauhid (Wamenag) membagikan kesannya selama kuliah hingga dilantik jadi wisudawan UIN Jakarta. Selain komitmen pada penegakan nilai-nilai Wasathiyah Islam, kesannya, kuliah di UIN Jakarta juga memperkuat etos keilmuan dan risetnya.
Demikian disampaikan Wamenag saat menyampaikan pidato mewakili wisudawati-wisudawan pada Wisuda ke-121 Program Sarjana, Magister, Doktor UIN Jakarta, Sabtu (28/8/2021). Wamenag menjadi salah satu dari 16 orang lulusan doktor Sekolah Pascarjana (SPs) UIN Jakarta yang diwisuda pada wisuda kali ini.
“Saya bangga menjadi bagian sivitas akademika UIN Jakarta. Kampus ini dikenal sebagai gerbong pembaharuan Islam dengan peran yang dimainkannya dari masa ke masa. Lembaga pendidikan tinggi Islam terkemuka dan disegani, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
UIN Jakarta, jelasnya, tidak hanya berhasil mencetak ulama dalam pengertian tradisional, tapi juga mencetak kaum cendekiawan, intelektual, aktifitas, politisi, pekerja sosial, enterprener dan lainnya. Para lulusan ini telah memberikan warna tersendiri dalam berbagai sektor kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Selama menjalani kuliah sendiri, Wamenag menyebutkan, ia menangkap kesan bahwa kekhasan para dosen dan guru besar di UIN Jakarta adalah komitmen mereka pada nilai-nilai wasathiyah Islam atau Islam moderat yang bertolak dari keilmuan, keislaman, kemoderan, dan keindonesiaan.
“Komitmen ini jelas berkontribusi besar dalam upaya merawat dan merajut kemerdekaan Indonesia,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, warisan yang ia dapat dari masa belajarnya di UIN Jakarta adalah etos keilmuan dan tradisi riset yang luar biasa. “Saya sendiri merasakan betapa kuatnya tradisi riset selama menjalani perkuliahan dan menyelesaikan disertasi di Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta,” paparnya.
Dengan etos demikian, sebutnya, perkuliahan di UIN Jakarta memberikan tantangan tersendiri bagi dirinya yang kuliah di usia tak lagi muda dan kesibukannya baik selama menjadi Anggota DPR RI, Wamenag RI, maupun jabatan-jabatan lainnya. Ia sendiri mencatat bahwa dirinya diwisuda tepat saat dirinya menginjak usia ke-58 tahun dan 39 hari.
“Pepatah mengatakan belajar di waktu kecil ibarat mengukir di atas batu, sedang belajar di waktu tua ibarat mengukir di atas pasir,” sebutnya mengutip pepatah lama.
“Hal itulah yang saya rasakan, betapa sulitnya belajar apalagi dalam memahami dan menghafal teori-teori. Kadang saya hafal teorinya, lupa tokohnya. Hafal tokohnya, lupa teorinya. Hafal teori dan tokohnya, lupa bukunya,” kisahnya
Namun, lanjutnya, hal itu tidak membuatnya patah arang. Saat dirinya merasa letih dan mengalami kesulitan mengikuti perkuliahan dengan menulis makalah dan melakukan penelitian disertasi, ia memotivasi diri dengan mengingat perjuangan para ulama yang menderita di jalan pengetahuan.
“Saya merasa malu mengingat daftar panjang para ulama terdahulu yang menderita di jalan pengetahuan. Ada banyak langkah kaki yang mengisahkan jejak para ulama yang menderita menempuh jalan ini. Sedang apa yang saya lakukan tidak seberapa dibanding konsistensi mereka di jalan pengetahuan,” paparnya.
Lebih jauh Wamenag juga mengingatkan para wisudawati-wisudawan lainnya bahwa wisuda bukan merupakan akhir menuntut ilmu. Ia juga mengingatkan bahwa umat membutuhkan peran para lulusan untuk berkiprah di tengah-tengah mereka.
“Perlu diingat bahwa ini bukan akhir di jalan pengetahuan setelah lama bergelut dengan perkuliahan yang luar biasa menyita waktu, biaya dan pikiran. Namun perjuangan kita belum selesai, justru perjuangan kita baru saja dimulai. Dunia menunggu karya dan amal bakti kita,” pungkasnya.
Wamenag sendiri menamatkan pendidikan doktoralnya pada sidang promosi 5 Agustus 2021 lalu dengan nilai indeks prestasi kumulatif 3.86 dan predikat Yudisium Cumlaude. Untuk menyelesaikan pendidikan doktoral ini, ia menulis disertasi berjudul Kontestasi Ideologi Politik Gerakan Islam Indonesia di Ruang Publik Digital.
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Pemerintahan2 hari agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport2 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Bisnis3 minggu agoMengenal Lebih Jauh Perseroda PITS: PAM Kota Tangsel
Hukum3 minggu agoIPW Sebut Kortastipidkor Polri Sedang Bongkar Kejahatan Besar, Diduga Libatkan Mafia Perkara



























