Pusing Saat Hamil? Ini Beragam Kondisi yang Jadi Penyebabnya

By on Kamis, 10 Oktober 2019

Pusing dan kepala berkunang-kunang hanyalah satu dari banyaknya perubahan yang lazim terjadi saat hamil. Kebanyakan ibu mengalaminya selama trimester pertama, tapi tidak menutup kemungkinan kondisi ini akan muncul kembali pada trimester selanjutnya hingga menjelang persalinan. Lantas, apa penyebabnya?

Penyebab pusing saat hamil berdasarkan trimester

Pusing yang muncul selama kehamilan dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Berikut adalah beberapa faktor yang paling sering muncul pada masing-masing trimester kehamilan:

1. Trimester pertama

Ketika Anda mulai hamil, produksi hormon progesteron dalam tubuh akan meningkat. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan aliran darah menuju janin agar janin mendapatkan oksigen dan asupan nutrisi yang diperlukan selama pertumbuhan.

Namun, meningkatnya hormon progesteron juga akan melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Aliran darah menuju otak akhirnya ikut turun sehingga menyebabkan otak kekurangan oksigen. Jika otak kekurangan oksigen, Anda dapat mengalami pusing.

Pada beberapa wanita, pusing saat hamil bisa menandakan gejala hyperemesis gravidarum. Kondisi ini membuat ibu hamil mengalami morning sickness, tapi dengan gejala yang sangat parah sehingga kerap kali perlu diatasi dengan obat-obatan.

2. Trimester kedua

Penurunan tekanan darah dan gejala morning sickness yang terjadi selama trimester pertama dapat berlanjut ke trimester kedua. Selain itu, ada pula kondisi lain yang bisa memicu pusing selama periode ini, yakni tekanan pada rahim dan kadar gula darah.

Pertumbuhan janin akan memperbesar ukuran rahim. Rahim yang membesar dapat menekan pembuluh darah dan secara tidak langsung menghambat aliran darah menuju organ-organ penting, termasuk otak. Kurangnya pasokan darah menuju otak menyebabkan pusing.

Pusing saat hamil juga bisa disebabkan karena kadar gula darah yang rendah. Kondisi ini dapat terjadi pada ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional. 

Diabetes gestasional mengganggu fungsi hormon insulin pada ibu hamil. Ibu hamil yang mengalami komplikasi ini harus rutin memeriksa kadar gula darah dan menerapkan pola makan khusus.

diabetes saat hamil

3. Trimester ketiga

Keluhan pusing selama trimester ketiga biasanya terjadi karena penyebab pusing pada trimester pertama dan kedua tidak ditangani dengan baik. Faktor-faktor tersebut sebaiknya ditangani melalui kontrol kehamilan rutin selama dua trimester sebelumnya.

Selama trimester ketiga, Anda perlu lebih berhati-hati terhadap kemungkinan terjatuh atau pingsan akibat pusing. Hindari berdiri terlalu lama dan pastikan Anda berada pada tempat yang aman ketika pusing melanda.

Kondisi lain yang menyebabkan pusing saat hamil

Selain kondisi yang terjadi pada masing-masing trimester, pusing saat hamil juga bisa disebabkan oleh kondisi berikut:

1. Anemia

Kekurangan asupan asam folat dan zat besi selama kehamilan dapat menurunkan produksi sel darah merah. Akibatnya, ibu hamil mengalami anemia. Anemia menimbulkan gejala berupa pusing, pucat, lelah, dan sesak napas.

2. Dehidrasi

Muntah akibat morning sickness dan meningkatnya frekuensi buang air kecil membuat ibu hamil rentan mengalami dehidrasi. Dehidrasi kemudian menurunkan tekanan darah sehingga ibu hamil mengalami pusing.

Pusing adalah keluhan yang cukup umum dialami saat hamil. Kondisi ini biasanya akan membaik setelah jumlah hormon progesteron kembali normal atau seluruh pemicunya telah teratasi.

Cara mengatasinya adalah dengan melakukan kontrol rutin ke dokter kandungan. Pemeriksaan dengan dokter dapat membantu Anda menemukan penyebab pusing serta menentukan pilihan metode untuk mengatasinya.

Kabartangsel.com

Source