Kampus
Tim KKN Thigasya Sulap Limbah Jerami Menjadi Pupuk Kompos Siap Pakai

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 19 Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta berkolaborasi dengan perangkat Desa Dukawangi dan para Ketua kelompok Tani Desa Sukawangi menggelar “Pelatihan Pembuatan Kompos Melalui Pengolahan Limbah Jerami”, Selasa (6/8/2024) di Kantor Desa Sukawargi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pelatihan ini dihadiri oleh Kasi Kesejahteraan Rakyat Subagio beserta para ketua kelompok tani Desa Sukawangi.
Jay Mubarok, Ketua KKN Thigasya kelompok 19 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan sampah organik merupakan sampah yang dapat terurai secara alami, misalnya sisa makanan, sayuran, dan dedaunan.
“Saya melihat masyarakat Desa Sukawangi menghilangkan limbah jerami dengan membakar, padahal membakar sampah memberikan banyak dampak negatif baik dari segi kesehatan atau lingkungan. Bagi kesehatan, asap pembakaran dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan. Bagi lingkungan, sisa hasil pembakaran dapat merusak tanah dan asap pembakaran meningkatkan polusi udara. Untuk mengatasi masalah tersebut, mahasiswa KKN Thigasya kelompok 19 UIN JKT memberikan solusi memanfaatkan sampah organik yang dihasilkan dari limbah jerami menjadi kompos atau pupuk alami,” ujar pria yang karib disapa Om Jay ini.
Subagio selaku Kasi Kesra Desa Sukawangi menyambut baik upaya KKN Thigasya kelompok 19 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan pelatihan pembuatan kompos dari limbah jerami kepada para petani.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pada kelompok tani, mudah mudahan ilmu yang dibagikan dapat memberikan dampak yang baik bagi para kelompok tani di Desa Sukawangi,” harap Subagio.
Dalam kesempatan tersebut, Subagio juga berharap para kelompok tani dapat mengimplementasikan praktik yang dipaparkan oleh para mahasiswa dari KKN Thigasya kelompok 19 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Sementara itu, perwakilan kelompok tani Desa Sukawangi Suparman menyampaikan pelatihan atau penyuluhan mengubah jerami menjadi kompos sangat bermanfaat bagi petani.
“Penyuluhan ini begitu sangat bermanfaat bagi para kelompok tani, karena sejauh ini di desa Sukawangi belum ada inovasi terkait pengolahan pupuk kompos dari limbah jerami dan air cucian beras, kami selaku petani sangat mengapresiasi betul gebrakan yang dibuat oleh adik-adik mahasiswa UIN Jakarta ini,” pungkasnya.
Setelah pemaparan materi, mahasiswa mengajak para kelompok tani untuk melihat pembuatan pupuk kompos dari limbah jerami padi. Para mahasiswa KKN Thigasya menjelaskan kepada para petani terkait kegunaan pupuk kompos dan mendemonstrasikan secara langsung langkah-langkah pembuatan pupuk kompos.
Pada sesi pembuatan pupuk, para kelompok tani sangat antusias. Mereka senang dapat memanfaatkan kembali limbah jerami yang selama ini hanya dibuang begitu saja. Bahkan mereka juga dapat mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk kimia yang selama ini telah digunakan karena berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan dalam jangka panjang. (red)
Bisnis6 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Nasional6 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Nasional6 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional6 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Nasional5 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Jabodetabek5 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall
Banten6 hari agoMusrenbang RKPD 2027, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siap Dukung Penuh Arah Pembangunan Provinsi Banten
Techno2 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System

















