Lifestyle
Waktu Tepat Bagi Bayi Makan Semangka Sekaligus Manfaatnya

Suguhan sempurna saat cuaca panas, buah semangka bisa jadi pilihannya. Buah musim panas ini mengandung banyak air dan rasanya manis. Pasti sangat menyegarkan, bukan? Selain bisa dinikmati oleh Anda, buah musim panas ini juga dapat dijadikan camilan lezat dan bergizi untuk bayi. Namun, kapan bayi boleh makan semangka? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.
Kapan bayi boleh makan semangka?
Seiring dengan pertumbuhannya, bayi pasti akan mencoba berbagai jenis makanan. Mulai dari ASI, sari buah, hingga menikmati langsung daging buahnya. Di usia 6 bulan, si kecil mulai diperkenalkan makanan yang halus, seperti pisang yang ditumbuk. Kemudian, ia akan diperkenalkan lagi dengan rasa dan tekstur makanan yang lebih renyah, seperti buah semangka.
Buah semangka mengandung kaya dengan vitamin C, vitamin A, vitamin B kompleks, serat, kalsium, dan zat besi. Semua kandungan nutrisi semangka tersebut sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh bayi. Mulai dari meningkatkan sistem imun dan kesehatan mata, memperkuat tulang, dan mendukung fungsi sistem pencernaan bekerja dengan baik.
Memperkenalkan semangka pada bayi tidak boleh sembarangan. Salah satunya harus tahu waktu yang tepat bagi bayi makan semangka. Memangnya kapan, ya?
Sebagian besar bayi siap makan semangka di kisaran usia 8 hingga 10 bulan. Namun ingat, setiap anak memiliki kesiapan untuk merasakan berbagai makanan di usia yang berbeda-beda, bisa lebih cepat atau lebih lambat dari anak lainnya.
Jadi, jangan memaksa bayi jika ia belum siap. Selain umur, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memberikan semangka pada bayi, yaitu:
- Bayi sudah tumbuh gigi untuk mencerna makanan
- Bayi terbiasa mengunyah makanan terlebih dahulu sebelum menelannya
Cara menyajikan semangka untuk bayi
Meski semangka teksturnya lembut, berair, dan mudah digigit, memilih dan menyajikan semangka untuk bayi tidak boleh asal. Supaya si bayi dapat makan semangka tanpa masalah, ikuti beberapa tips berikut.
1. Pilih buah yang segar
Buah semangka terbaik adalah buah yang masih segar. Selain itu, masih dalam bentuk utuh, bukan yang sudah di potong-potong. Kenapa? Buah yang sudah terbuka bagian dagingnya biasanya sudah tidak segar dan mudah terkontaminasi dengan bakteri.
2. Potongan buah jangan terlalu besar
Orang dewasa tentu dapat makan buah dengan mudah meski ukurannya cukup besar. Ini berbeda dengan anak-anak, apalagi untuk bayi. Jadi, untuk menghindari bayi tersedak saat makan semangka, sajikan semangka dalam potongan yang kecil—seukuran gigitan kecil.
Selain dipotong kecil-kecil, Anda juga bisa menumbuknya lebih dulu sehingga anak tidak perlu usaha keras untuk mengunyahnya.
3. Buang bijinya
Buah semangka memiliki banyak biji. Meski tidak berbahaya jika dimakan, sebaiknya tetap harus Anda bersihkan lebih dulu. Ini memudahkan bayi menikmati buah dengan nyaman.
4. Pastikan bayi makan semangka dengan posisi yang benar
Selain ukuran buah yang terlalu besar, posisi tubuh yang tidak sesuai saat makan juga bosa menyebabkan bayi tersedak. Untuk mencegah bayi tersedak saat makan semnagka, posisikan bayi duduk dengan tegak.
Kabartangsel.com
Techno5 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System
Pemerintahan5 hari agoPemerintah Kota Tangerang Selatan Luncurkan Tangsel One dan Asisten Virtual Helita
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Matangkan SPMB 2026/2027, Deden Deni: Persiapan Sudah Kami Lakukan Menyeluruh
Kampus6 hari agoGelar Pertemuan dengan Duta Besar Türkiye, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Buka Peluang MoU Perkuat Kerja Sama Internasional Antar Kedua Negara
Pamulang6 hari agoSerah Terima Aset Rampung, Pilar Saga Ichsan Pastikan Jalan dan Drainase Villa Dago Pamulang Segera Diperbaiki
Pemerintahan5 hari agoTangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Serba-Serbi4 hari agoKalender Mei 2026
Pemerintahan5 hari agoBenyamin Davnie: Lewat Tangsel One, Pemkot Tangsel Hadirkan Layanan Publik Berbasis AI Terintegrasi






















