Nasional
Komentari 2 Gol Persija, Ini Kritik Pedas Komentator pada Wasit

Kabartangsel.com, JAKARTA—Persija Jakarta menjadi jawara Go-jek Liga 1 2018 usai mengalahkan Mitra Kukar dalam laga pekan terakhir, Minggu, 9 Desember, petang. Sayang, kemenangan itu sedikit ternoda dengan buruknya kepemimpinan wasit.
Dua gol Persija Jakarta mendapat kritik tajam dari komentator TV yang menyiarkan langsung laga di GBK tersebut. Kedua gol tuan rumah ke gawang Mitra Kukar dianggap tidak lepas dari kepemimpinan buruk wasit Prasetyo Hadi.
Pada gol pertama Persija yang lahir lewat titik penalti di menit ke-16, wasit menunjuk titik putih saat pemain Mitra sama sekali tidak melakukan pelanggaran. Dalam situasi Persija menyerang dari sektor kiri, bola dikirim ke depan gawang. Pemain Mitra Kukar Saefullah yang diapit Novri Setiawan dan Marko Simic tampak terjatuh di depan gawangnya.
Namun, setelah Saefullah terjatuh, Marko Simic yang mencoba menyundul bola juga ikut terjatuh dan tidak mampu menjangkau bola. Wasit Prasetyo Hadi kemudian meniup peluit dan menunjuk titik putih.
Pemain Mitra yang merasa mereka yang harusnya mendapatkan pelanggaran langsung melakukan protes. Hanya saja, wasit tetap pada keputusannya. Simic yang maju sebagai algojo sukses memanfaatkan peluang ini membawa timnya memimpin 1-0.
Gol Persija ini dibahas komentator Indosiar yang menyiarkan langsung laga ini. Ponaryo Astaman sebagai komentator menyebut itu seharusnya bukan penalti. Bagi dia, Simic terjatuh karena berbenturan dengan Novri, rekannya sendiri yang berusaha menyundul bola. Dalam tayangan ulang, Saefullah memang tidak terlihat bersentuhan dengan Simic.
Kritik tajam juga dilontarkan komentator untuk gol kedua Simic di menit ke-59. Gol sundulan Marko Simic bermula dari sepak pojok Ismed Sofyan yang menimbulkan kemelut. Kiper Mitra Kukar, Yu Jae Hun yang mencoba meninju bola yang dikirim pemain Persija ke depan gawang terlihat diganggu Ramdani Lestaluhu. Bahkan, saat akan maju meninju bola, Ramdani terlihat menahan gerakannya sehingga Simic tanpa kesulitan menyundul bola ke dalam gawang yang sudah kosong.
Komentator, Kusnaini menyebut insiden itu harusnya diputuskan sebagai pelanggaran untuk Mitra. Alasannya, Ramdani menahan pergerakan penjaga gawang. “Kiper mau meloncat tapi ditahan Ramdani. Tangannya menahan. Kiper tidak bisa loncat,” katanya.
Ponaryo mengamini. Menurutnya, Ramdani menghalangi pergerakan kiper yang berusaha mengamankan bola di depan gawangnya. “Iya, pelanggaran karena menghalangi posisi penjaga gawang. Ada dorongan,” ujar Ponaryo menjawab pertanyaan pembawa acara.
Kedua gol kontroversial itu pada akhirnya menjadi penentu kemenangan 2-1 Persija atas tamunya. Pasalnya, Mitra hanya mampu membalas satu gol lewat Aldino. Satu penalti Mitra lainnya yang dieksekusi Fernando Rodriguez Ortega mampu diblok kiper Persija, Andritany. (Indosiar/amr)
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Sport2 minggu agoPSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport2 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Nasional6 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport2 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya
Obituari4 hari agoKurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia








































