Connect with us

Lifestyle

Mengobati Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak, Ini Pilihannya

Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2014, sekitar 7-8 bayi dari 1.000 kelahiran hidup memiliki penyakit jantung bawaan (PJB). Ketika bayi didiagnosis mengalami penyakit jantung bawaan saat lahir, dokter biasanya menyarankan untuk segera menjalani pengobatan.

Mungkin ada banyak pertanyaan yang hadir di benak Anda. Entah mengenai cara mengobati anak dengan penyakit jantung bawaan atau kondisi kesehatan anak setelahnya. Untuk lebih jelasnya, mari simak informasi lengkapnya berikut ini.

Cara mengobati penyakit jantung bawaan pada anak

masalah paru-paru bayi prematur

Penyakit jantung bawaan (PJB) biasanya muncul sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Itu sebabnya, para ibu hamil disarankan untuk melakukan deteksi dini guna mengetahui kemungkinan adanya kondisi medis tertentu pada bayi.

Advertisement

“Jadi ketika sudah lahir, bisa segera dilakukan pengobatan penyakit jantung bawaan. Hal ini juga memungkinkan tumbuh kembang bayi lebih sehat nantinya,” ungkap dr. Winda Azwani, Sp.A(K) ketika ditemui tim Hello Sehat di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/7).

Terdapat berbagai cara mengobati penyakit jantung bawaan pada anak, salah satunya operasi. Namun, ahli jantung anak di RSAB Harapan Kita ini menambahkan bahwa tidak semua kasus ini ditangani melalui operasi.

Prosedur operasi hanya akan dilakukan jika kondisi PJB yang dialami bayi berisiko membahayakan kesehatannya.

Pengobatan penyakit jantung bawaan sendiri sebenarnya bukan hanya melalui operasi jantung. Ada juga intervensi non-bedah dengan cara kateterisasi jantung.

Advertisement

Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan sedotan atau selang panjang yang menyerupai infus, ke dalam tubuh bayi hingga sampai ke jantung.

Menurut dr. Winda, kateterisasi biasanya dipilih sebagai cara mengobati penyakit jantung bawaan pada anak dengan kelainan sederhana. “Sederhana di sini maksudnya tetap harus diobati, ya, tapi tingkat keparahannya lebih ringan daripada PJB yang harus menjalani operasi,” ungkapnya.

Kateterisasi jantung ini umumnya baru boleh dilakukan pada bayi dengan berat badan minimal 5.5 kilogram. Berbeda dengan prosedur operasi yang membutuhkan pembedahan, kateterisasi sebagai pengobatan penyakit jantung bawaan ini tidak memerlukan sayatan besar pada dada bayi.

Singkatnya, cara yang dipilih untuk mengobati penyakit jantung bawaan pada anak akan didasarkan pada tingkat keparahan kondisinya. Jika PJB tergolong berat, operasi jantung pada bayi sudah mulai bisa dilakukan sejak usianya 2 minggu.

Advertisement

Bisakah anak tumbuh sehat setelah melakukan pengobatan PJB?

membacakan dongeng sebelum tidur

membacakan dongeng sebelum tidur

“Setelah menjalani pengobatan penyakit jantung bawaan, kondisi kesehatan anak tentu saja akan jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Khususnya bayi dan anak-anak yang mendapatkan penanganan PJB di waktu yang tepat atau sedini mungkin,” jawab dr. Winda.

Ia juga menambahkan bahwa mengobati penyakit jantung bawaan pada anak secepat mungkin akan membantunya perkembangannya dengan baik dan normal selama masa kanak-kanak. Meski begitu, anak tetap membutuhkan perawatan jangka panjang sampai usianya dewasa.

Anak yang telah mendapatkan pengobatan penyakit jantung bawaan, baik operasi maupun non-operasi PJB, harus mendapatkan gizi yang cukup untuk pemulihan lukanya. “Jangan lupa, asupan gizi yang didapatkan anak juga harus baik, karena ada luka bekas di operasi di tubuhnya. Nah, dalam proses penyembuhan luka tersebut butuh asupan protein yang cukup dari makanan hariannya,” tutur dr. Winda.

“Dalam proses penyembuhan luka, anak butuh asupan yang cukup dari makanan hariannya,” ujarnya. “Maka itu, usahakan anak mendapatkan status gizi yang baik. Asupan susu setiap harinya juga tidak boleh terlewatkan, terutama jika pengobatan penyakit jantung bawaan dilakukan saat masih bayi.”

Advertisement

Jangan lupa, tetap rutin periksakan kesehatan anak ke dokter!

apraksia adalah anak susah bicara

apraksia adalah anak susah bicara

Meski pengobatan penyakit jantung bawaan pada anak sudah selesai, dr. Winda menyarankan agar kesehatan anak tetap dipantau secara rutin ke dokter. Terlebih pada beberapa bulan setelah operasi, kontrollah setidaknya satu kali sebulan.

“Kalau sudah masuk 6 bulan pasca-operasi, kontrol kesehatan anak bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali. Nah, jadwal cek kesehatan anak lama-lama juga bisa dilakukan selama beberapa kali dalam setahun sebagai perawatan jangka panjangnya,” tutup dr. Winda.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Sport10 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport10 jam ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport10 jam ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport11 jam ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport11 jam ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport7 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport7 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport7 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport7 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan1 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport1 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan1 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan2 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Sport3 minggu ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Populer